Bumbu instan Daily Spice bermula dari nasi goreng kampung Jawa yang dijual Mas Pur di teras rumah orangtuanya di daerah Gonilan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pembelinya kebanyakan mahasiswa yang tinggal dii kos-kos di sekitar rumah, juga ibu-ibu warga setempat.
Setiap hari bumbu dibuat dengan cobek kecil. Pada bulan kedua, peminat nasi goreng yang dijual Mas Pur makin meningkat sehingga bumbu mulai diproduksi dengan menggunakan blender rumahan. Namun, karena kondisi fisik sang istri yang tidak memungkinkan untuk pergi-pulang Jakarta-Solo setiap pekan selama Mas Pur tinggal di Solo, akhirnya Mas Pur dan anak mereka yang masih balita kembali tinggal di Ciledug, Tangerang setelah tiga bulan menemani sang ibu di Solo.

- Nama alumni: Hasuna Daylailatu
- Fakultas/Jurusan: ISIPOL/Komunikasi
- Angkatan: 1994
- Nama Produk: Daily Spice
- Jenis Produk:
- Bumbu Instan Sehat (Bumbu Nasi Goreng Jawa, Bumbu Nasi Goreng Anak, Bumbu Rawon, Bumbu Tongseng, Bumbu Ayam Goreng Lengkuas, Bumbu Soto Lamongan, Bumbu Opor Kuning, Bumbu Dasar Putih, Bumbu Dasar Kuning, Sambal Bajak, Tepung Kremes.
- Alamat Workshop: Desa Sardonoharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tak berapa lama, ternyata ada pelanggan lama di Gonilan yang merindukan nasi goreng kampung buatan Mas Pur. Karena itu, beliau ingin membeli bumbunya. Akhirnya bumbu pun dikirim dari Tangerang.
Tepat pada saat itu, menjelang akhir 2013, datang tawaran untuk mengikuti pameran makanan dan produk organik yang diadakan oleh Komunitas Organik Indonesia (KOI). Meski belum punya produk, Mas Pur nekat menyambut ajakan itu. Ia segera memesan gerobak untuk berjualan nasi goreng di pameran tersebut. Memang, sejak awal berjualan nasi goreng, Mas Pur tidak menggunakan pewarna, penyedap, pemanis, maupun pengawet buatan (4P) dari bahan kimia. Jadi, ia lolos sebagai peserta pameran yang diselenggarakan KOI.
Pameran yang diadakan di kompleks kantor Kompas Gramedia di Palmerah Selatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Mas Pur untuk mengembangkan usaha. Yaitu, dengan menjual bumbu nasi goreng varian Jawa yang menjadi andalannya, dalam kemasan botol.
Di luar dugaan, nasi goreng dan bumbunya mendapat sambutan luar biasa di pameran. Selama lima hari, ratusan botol bumbu nasi goreng yang dibuat untuk pameran habis terjual. Nasi goreng buatan Mas Pur pun setiap hari selalu penuh antrian sejak jam buka sampai habis.
Nasi putih sebanyak 40 porsi yang disediakan Mas Pur selalu habis bahkan kurang. Panitia pameran sampai menjual nasi putih untuk membantu, itu pun masih kurang karena habis dibeli para peserta dan pengunjung pameran yang kemudian membawanya ke Mas Pur untuk dijadikan nasi goreng.
Mas Pur dan istri sampai kewalahan melayani pembeli dan baru bisa duduk istirahat setelah nasi goreng habis, menjelang sore.
Saat pameran itu pula, muncul varian baru bumbu nasi goreng khusus anak, atas permintaan beberapa pengunjung.Tak hanya itu, Mas Pur juga membuat bumbu nasi goreng varian Cabe Ijo, yang menggunakan cabai hijau. Varian ini banyak diminati pengunjung dengan topping ikan asin jambal roti atau teri medan.
Saat pameran itu pula, datang tawaran untuk menitipkan bumbu nasi goreng Mas Pur ke sebuah toko yang menjual bahan makanan dan produk organik di Bintaro, Tangerang Selatan. Mas Pur menyambut tawaran tersebut dengan baik. Itulah cikal bakal bumbu nasi goreng yang kemudian diberi merk Mas Pur ini beredar di pasaran.
Seiring berkembangnya waktu, Mas Pur memperluas pasarnya dengan mengikuti berbagai pameran yang diadakan KOI, bermitra dengan toko-toko organik di berbagai kota, juga menjual produknya lewat marketplace. Selain itu, varian bumbu yang ditawarkan juga makin beragam, sehingga masyarakat makin mengenal produk buatan Mas Pur.
Bersamaan dengan hal itu, muncul pula bumbu dalam kemasan sachet, sehingga mudah dan praktis dibawa ke mana-mana. Untuk memperkuat status hukumnya, produk yang sebelumnya bermerek Mas Pur kini resmi didaftarkan ke Dirjen Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM dengan nama Daily Spice.
Ada beberapa hal yang menjadi fokus Mas Pur sejak awal menyediakan bumbu instan hingga sekarang. Selain harus berupa produk sehat karena tidak mengandung 4P, Mas Pur juga mengharuskan produknya praktis dan enak. Praktis berarti pembeli cukup menyediakan bumbu, air, dan daging tanpa perlu tambahan bumbu apa pun lagi, kecuali santan bila diperlukan dalam masakannya. Dengan demikian, Daily Spice diharapkan menjadi sahabat setia para ibu di dapur yang memudahkan mereka dalam menyajikan masakan sehat dan lezat bagi keluarga, tanpa perlu repot dan menghabiskan banyak waktu, di mana pun mereka berada. Sehingga, masih ada waktu untuk keluarga atau melakukan kegiatan lain.Produk Daily Spice juga harus enak, karena sehat saja tidak cukup.
Ketika menikmati masakan yang dimasak dengan bumbu instan Daily Spice, diharapkan pelanggan merasa seperti sedang menikmati masakan ibu yang lezat. Karenanya, untuk mendapatkan rasa masakan yang asli, bumbu Daily Spice dibuat dari bahan-bahan segar alami dan dikemas dalam bentuk pasta, bukan bubuk.
Tak heran, ketika mencoba nasi goreng dengan bumbu buatan Mas Pur, sejak dulu banyak pelanggan yang merasa seperti menikmati masakan nenek atau ibunya semasa ia kecil dulu.Sampai sekarang, Daily Spice terus dirkembangkan, baik secara varian produk, maupun jangkauan pemasaran. Diharapkan, tak lama lagi Daily Spice bisa diijangkau oleh pasar luar negeri, meskipun selama ini bumbu buatan Mas Pur ini sudah melanglang buana dibawa para pembelinya ke Belanda, Inggris, Perancis, Mesir, Malaysia, Australia, Amerika, dan lainnya.
Bermacam jenis bumbu dapur

Fried Rice Seasoning. Hot Sauce. Crispy Flour. Coconut Cooking Oil.
All Healthy. No MSG. No preservatives.



Kalau butuh katalog produk bisa download disini ya. Katalog Bumbu
