UNS Home Coming 2026: Ketika Anak FISIP Urun Rembug Ngatur Acara

Di UNS Home Coming 2026 kemarin, ada partisipasi anak-anak FISIP yang buktikan diri sebagai talenta yang piawai ngurus acara.

Di Smesco Tower, Jakarta, Minggu (12/4), Halal Bihalal Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret ini memang rame. Alumni dari berbagai angkatan datang, saling sapa, tukar cerita, sampai bahas kerjaan dan peluang baru.

Tapi yang menarik, kalau dilihat lebih dekat, banyak banget jejak anak FISIP di balik jalannya acara ini.

Dari yang pegang konsep sampai eksekusi, anak FISIP nggak cuma hadir… tapi juga turun tangan.

Ada Reza Fahmi Riawan yang jadi tukang setempel buat acc-in acara. Sampai mikir gimana caranya acara lebih punya makna ke semua alumi dan jauh dari kesan kaku. “Kita pengin ini bukan cuma kumpul-kumpul. Tapi gimana jejaring ini bisa hidup lagi, bisa saling connect, dan ujungnya jadi kolaborasi yang nyata,” kata Reza.

Kalau terasa acara kemarin ngalir, nggak boring, dan cukup engaging itu juga karena ada Tante Verra alias Minsip yang pegang peran sebagai show manager. Flow acara dijaga biar tetap dinamis (dan nggak berasa kayak seminar 3 jam).

Panggungnya juga nggak sekadar panggung. Mbak Wuri bikin suasananya jadi “hidup”, bukan cuma tempat sambutan, tapi jadi titik interaksi. Sementara itu, momen-momen penting dari yang formal sampai yang candid ditangkap sama Adri. Dia yang bertanggung jawab buat foto yang dipublikasikan ke media punya pesan mendalam.

Belum lagi Oom Wondo yang superrajin bin superdedicated. Hampir 2×24 jam perhatiannya fokus ke acara. Dari urusan sepele sampai ikutan cari kunci yang entah kabur ke mana. Lalu Oom Anton yang hobinya tawaf ke seantero area sambil mulut komat-kamit kasih arahan buat pastikan semua on the track. Di sektor Makanan Bergizi Gratis, ada peran Mba Henny dan Oom Boenoeg.

Dan yang bikin makin “anak FISIP banget”, kita punya representasi di panggung nasional juga. Budi Santoso yang juga alumni FISIP UNS ikut hadir. Dari yang kerja di balik layar sampai yang di level pengambil kebijakan, spektrumnya lengkap.

Ketua IKA UNS, Zudan Arif Fakrulloh, bilang momen ini bukan sekadar reuni biasa. “Ini adalah UNS-eemoment. Kita kembali ke akar, tapi juga melangkah lebih jauh. Kita ingin alumni tidak hanya terhubung, tapi juga tergerak untuk berkontribusi,” ujarnya.

Tema “UNStoppable: Back Together, Better Than Ever” jadi terasa relevan. Karena yang terjadi bukan cuma nostalgia, tapi juga aktivasi.

UNS Home Coming 2026 jadi bukti kalau jejaring itu bukan sekadar nama di grup WhatsApp. Tapi sesuatu yang bisa dihidupkan, kalau ada yang mau gerak, mau ngatur, dan mau terlibat.