Esposin, SOLO — Menteri Perdaganggan Dr. Budi Santoso terlihat santai dan akrab saat tampil pada sesi Inspirational Talk di acara Seminar Nasional dan Bootcamp bersama Menteri Perdagangan Menuju Mahasiswa Berorientasi Ekspor, Selasa (11/3/2025), di aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
“Kita ngobrol aja ya, soalnya saya kangen. Tahun 1992 saya meninggalkan tempat ini, lebih dari 30 tahun yang lalu. Dulu waktu wisuda, kan selalu setelah wisuda di auditorium, wisudawan dibawa ke fakultas masing-masing. Dulu diangkut dengan bus yang ditempeli koran-koran. Lalu ada acara di aula, persis seperti di ruangan ini,” kata Budi.
Berikut petikan beritanya di link espos.id ini.
—-
Esposin, SOLO — Menteri Perdaganggan Dr. Budi Santoso terlihat santai dan akrab saat tampil pada sesi Inspirational Talk di acara Seminar Nasional dan Bootcamp bersama Menteri Perdagangan Menuju Mahasiswa Berorientasi Ekspor, Selasa (11/3/2025), di aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
“Kita ngobrol aja ya, soalnya saya kangen. Tahun 1992 saya meninggalkan tempat ini, lebih dari 30 tahun yang lalu. Dulu waktu wisuda, kan selalu setelah wisuda di auditorium, wisudawan dibawa ke fakultas masing-masing. Dulu diangkut dengan bus yang ditempeli koran-koran. Lalu ada acara di aula, persis seperti di ruangan ini,” kata Budi.
“Bahkan pintunya masih seperti yang dulu. Mungkin karena dari kayu jati,” tambahnya.
Bangunan aula kampus FISIP meskipun secara tekstur bangunan berubah, namun secara wujud dan bentuk tidak mengalami banyak perubahan.
Dalam sesi yang hangat itu, Budi Santoso menyempatkan diri menyapa beberapa dosen yang sempat mengajarnya dulu selama kuliah di FISIP UNS. Dia memang alumni Ilmu Komunikasi FISIP UNS tahun 1987-1992. Di antara dosen yang terlihat hadir dan sempat disapa antara lain Prof Pawito, Prof Prahastiwi Utari, Prof Widodo Muktiyo dan Christina Tri Hendriyani MSi.
“Saya dulu diajar Pak Pawito, Bu Tiwi, Bu Christina, juga Pak Wid. Dulu Pak Wid masih dosen muda, dan pernah memarahi saya haha…,” kelakar Budi.
Hadir pada acara di Aula FISIP UNS, Rektor UNS Prof. Dr. dr. Hartono, Dekan FISIP UNS Dr. Didik Gunawan Suharto, sejumlah Kepala Dinas Perdagangan di Soloraya, sejumlah dosen, mahasiswa, dan sejumlah alumni FISIP UNS. Tampak pula hadir Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi.
Sebelumnya, Mendag Budi Santoso dan sejumlah Menteri menghadiri acara Dies Natalis ke-49 UNS di Auditorium UNS. Pada kesempatan itu Budi Santoso menerima penghargaan sebagai Alumni Berprestasi.
Penghargaan ini diterima Budi atas dedikasinya dalam memajukan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor perdagangan. Dalam sambutannya, Budi Santoso mengajak mahasiswa UNS terus mengukir prestasi dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk kemajuan bangsa.
“Prestasi tidak berhenti di lembaran ijazah, tetapi bagaimana kita membawa ilmu ke dalam dunia nyata untuk berkontribusi dalam pembangunan negara,” papar Budi Santoso.
Selama di kampus FISIP UNS, Mendag Budi Santoso menyempatkan diri melakukan penanaman pohon dan meresmikan ruang Keluarga Alumni FISIP (KAFISIP). Dia berharap alumni FISIP UNS bisa lebih berkontribusi untuk negara dan masyarakat.
Dalam sesi Inspirational Talk tersebut, Budi juga mengenang beberapa momen saat kuliah. Misalnya tentang puisi di buku BPK (Buku Pegangan Kuliah} yang mengajarkan setiap orang untuk menepati janji untuk ketemu koleganya. Juga tentang kebiasaannya yang senang berteman, berjejaring, dan banyak membaca.
“Saya ingat terus tentang puisi di buku BPK itu. Yang mengajarkan kita untuk menepati janji, karena kalau janji tidak ditepati, ya kita tidak dipercaya lagi,” ujar Budi.
Budi Santoso lantas bercerita tentang kebiasaannya untuk membaca dan segera mengerjakan sesuatu yang sudah direncanakan.
“Karena saya ini mengakui sebagai orang yang tidak terlalu pintar, maka saya banyak membaca. Selama bimbingan skripsi, misalnya, kalau tidak faham saya baca-baca sendiri. Karena itulah mungkin skripsi saya cepat, begitu juga dengan thesis dan disertasi saya. Saya lebih menyukai membaca dan mengerjakan. Terlalu banyak diskusi, nanti tidak segera dikerjakan, didiskusikan terus, tidak pernah dikerjakan, akhirnya enggak kelar-kelar,” tuturnya.
Pada kesempatan itu Mendag Budi Santoso didampingi istrinya Danty Budi Santoso, yang juga alumni UNS.
“Istri saya alumni UNS juga. Tapi kami ketemu di KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Wonogiri. Masih ada kan ya KKN?” tanyanya sambil tertawa.
Budi Santoso juga mendorong mahasiswa untuk berani berusaha, berani membuat produk yang bersaing di pasar dalam negeri dan pasar global.
“Indeks kewirausahaan kita itu di bawah Malaysia, Thailand, dan Singapura. Kalau dengan negara-negara maju, jelas kita masih di bawah. Jadi adik-adik mahasiswa harus berani untuk mencoba dan berusaha, lakukan sesuatu, jangan terlalu banyak berfikir, nanti malah tidak melakukan apa-apa.”
(Solopos/Suwarmin)
